Pentingnya Imunisasi HPV untuk Anak

  • Whatsapp
Pentingnya-Imunisasi-HPV-untuk-Anak
Foto dari Canva Photos Unlimited

Imunisasi Human Papillomavirus atau HPV merupakan vaksin yang diberikan kepada anak untuk mencegah tertularnya kanker serviks. Meski kanker serviks jarang ditularkan kepada anak-anak, namun imunisasi HPV harus diberikan sedini mungkin terutama pada anak perempuan. Berikut ini 5 hal penting vaksin HPV untuk anak.

1. Usia anak wajib vaksin HPV

Anak wajib vaksin HPV ketika usianya menginjak 9 tahun. Pada anak berusia 9-14  tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak 2 kali suntikan dalam jangka 6-12 bulan. Karena pada usia ini, tingkat kekebalan tubuh dalam masa-masa terbaik sehingga lebih efektif dalam menangkal bibit-bibit kanker serviks.

Sementara itu, untuk usia remaja dan dewasa yakni usia 15 hingga 26 tahun untuk perempuan dan usia 15 hingga 21 tahun untuk laki-laki, vaksin HPV ini disuntikkan sebanyak 3 kali selama 6 bulan.

2. Belum aktif secara seksual

Vaksin HPV direkomendasikan untuk anak yang belum aktif secara seksual. Hal ini dilakukan sebagai penangkal agar tidak tertular virus ketika anak mulai dewasa dan aktif secara seksual. Meski begitu, vaksin HPV juga bisa diberikan kepada mereka yang aktif secara seksual dengan melakukan pap smear dahulu.

3. Manfaat vaksin HPV

Vaksin HPV tak hanya untuk menangkal kanker serviks, namun juga memiliki banyak manfaat lainnya. Misalnya pada perempuan vaksin ini mampu mencegah kanker anus, per kanker vulva, kanker vagina hingga kutil kelamin. Sedangkan pada laki-laki, vaksin HPV mampu mengurangi risiko penularan virus saat berhubungan seksual.

4. Efek samping ringan

Meskipun memiliki efek samping, namun efek yang ditimbulkan oleh vaksin HPV ini tergolong ringan untuk anak-anak. Beberapa efek samping tersebut adalah rasa nyeri dan kemerahan pada bekas suntikan. Namun untuk sebagian orang, efek sampingnya juga bisa berupa sakit perut, sakit kepala, lelah, nyeri otot dan sendi, muntah, dan demam.

5. Tidak berpengaruh pada  kesuburan

Imunisasi HPV terbukti tidak berpengaruh negatif pada kesuburan anak. Sebaliknya, apabila seorang perempuan terkena kanker serviks maka akan menjalani kemoterapi yang  menyebabkan berkurangnya kesuburan pada perempuan. Vaksin HPV mencegah hal tersebut terjadi dan hingga kini belum ditemukan kasus terkait masalah kesuburan setelah vaksin HPV.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *